Scan Polis – CI+ (Critical Illness Plus)

Mengenal lebih dalam tentang rider (asuransi tambahan) CI+ / Critical Illness Plus, selengkapnya di hasil scan polis.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com

1001 Alasan mengapa tidak menolak asuransi

1001

Banyak cara untuk menolak asuransi, namun ada 1001 alasan mengapa harus membuka polis asuransi:

  • Sakit kritis, menempati ranking pertama. Tidak ada manusia yang kebal terhadap sakit kritis, sebut saja : kanker, stroke, jantung, gagal ginjal, dan penyakit kritis lainnya, bisa dilihat di sini untuk listnya. Lebih lengkap lagi ada di CI100, baca lengkapnya di SINI.
  • Tidak bisa memilih penyakit. Semua orang pasti ingin sehat, kalaupun sakit dan boleh memilih, sakit yang ringan saja. Tapi kenyataan kadang berkata lain, kita tidak bisa memilih penyakit mana yang boleh hinggap ataupun tidak.
  • Tidak ada yang tahu kapan kenanya. Bisa saat muda, bisa saat usia pensiun, kalau beruntung tidak terkena sama sekali, only God knows.
  • Kecelakaan. Namanya kecelakaan sudah pasti tidak terduga dan menyebabkan kerugian baik secara fisik materi maupun mental.
  • Cacat. Penyebabnya bisa dari penyakit kritis maupun kecelakaan, dan apabila sudah terjadi, hampir dapat dipastikan si penderita cacat tidak bisa produktif secara maksimal.
  • Kematian adalah hal yang pasti. Meninggal itu hal yang sudah pasti terjadi pada semua manusia. Pilihannya mewariskan hutang atau mewariskan hutang.
  • Semua perlu uang. Setuju tidak setuju harus setuju. Apalagi yang namanya penyakit kritis, hitungannya bukan uang kecil lagi, melainkan uang besar, bahkan SANGAT BESAR.
  • Pakai uang sendiri atau uang orang lain? Uang sendiri sama dengan menguras tabungan. Uang orang lain sama dengan uang Allianz.
  • Cinta kasih. Ini adalah hukum dasar di semua agama, tidak ada agama yang tidak mengajarkan cinta kasih. Atas dasar ini pula kita semua membuka polis asuransi, dengan tujuan tidak membebankan orang lain, bahkan memberikan warisan berlimpah kepada orang yang kita cintai. Tidak harus pasangan, tidak harus anak, boleh juga untuk orang tua, boleh juga untuk anggota keluarga lain.
  • Sayangi aset. Yang dimaksud aset adalah sesuatu yang bernilai secara ekonomi, bisa motor, mobil, rumah, emas, dan sebagainya. Jangan sampai harus menjual aset demi membayar Rumah Sakit.
  • Proteksi penghasilan. Saat produktivitas kerja terganggu oleh karena sakit kritis atau cacat total, maka saat itulah uang besar berfungsi penuh sebagai pengganti penghasilan yang hilang.
  • Menjadi tua dengan penuh persiapan. Semua orang akan menjadi tua, bedanya sudah siapkah menjadi tua dengan dana pensiun yang cukup, ataukah kita menjadi tua tanpa persiapan dana pensiun ?
  • Tingkat inflasi. Mengantisipasi lebih baik daripada mengobati. Mempersiapkan sesuatu lebih awal lebih baik daripada harus terkatung-katung membayar dana pendidikan anak yang semakin meningkat.
  • Mahalnya biaya Rumah Sakit. Percaya tidak percaya, biaya Rumah Sakit setiap tiga bulan sekali meningkat. Biaya sakit kritis apalagi. Sebut saja Julia Perez, artis ternama, bahkan dia sampai menjual harta mobil dan rumah demi berobat. Belum lagi Gugun Gondrong, Ade Namnung, Olga Syahputra.
  • Asuransi perusahaan / kantor tidak berlaku untuk selamanya. Hanya berlaku saat kita menjadi karyawan perusahaan tersebut.
  • Banyak perbedaan fasilitas antara BPJS dengan Asuransi swasta. Idealnya adalah mengkombinasikan BPJS dengan asuransi swasta, namun apabila Anda adalah salah satu yang anti BPJS, maka fitur lengkap semua sudah tersedia di Allianz.
  • Memiliki harta dengan cepat. Asuransi adalah satu-satunya cara perencanaan menabung paling lengkap. Tabungan memberikan keuntungan hanya jika kita memiliki cukup waktu untuk menabung, tetapi asuransi memberikan uang sesuai dengan jumlah yang kita inginkan.
  • Ketenangan pikiran. Ketika seseorang yang bertanggung jawab menyadari bahwa ia telah melakukan persiapan yang memadai guna menghadapi peristiwa masa depan, maka dirinya akan tenang.
  • Biaya asuransi yang lebih murah saat di usia muda. Justru di saat usia muda lah saat yang cocok untuk berasuransi.
  • Semakin hari semakin sulit mencari uang. Karena kesulitan ekonomilah salah satu faktor mengapa asuransi semakin penting, karena dengan uang kecil membeli uang besar. Lebih mudah mana, mengumpulkan uang ratusan juta atau mengumpulkan uang ratusan ribu?
  • Warisan dan pembayar hutang. Kita tentunya tidak ingin meninggalkan hutang, cicilan, beban biaya lain kepada keluarga kita. Dengan warisan yang diberikan maka keluarga tidak menjadi terbeban.
  • Kinerja asuransi 3 kali lebih powerful dari bank. Apabila menabung di bank, tidak tersedia proteksi dan warisan, hanya tabungan.
  • Resiko yang terus meningkat sesuai usia. Layaknya gravitasi, tubuh manusia akan semakin melemah seiring pertambahan usia. Penyakit jantung, diabetes, stroke, gangguan pada tulang atau saraf adalah beberapa kondisi yang resikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Manfaat pengobatan dan rawat inap. Hari esok tidak ada yang bisa menjamin, apabila sudah tersedia manfaat pengobatan dan rawat inap di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia, maka kesehatan menjadi lebih terjamin.
  • Mengurangi pajak. Premi yang disetor tidak dihitung sebagai penghasilan. Inilah mengapa asuransi menjadi pilihan investasi yang baik.
  • Biaya pemakaman. Sadarkah kita bahwa saat kita meninggal tetap harus mengeluarkan biaya, sebut saja rumah duka, pemakaman, dan sebagainya. Alangkah bijak jika kita mempersiapkannya di awal.
  • Resiko pekerjaan dan hobi. Bagi sebagian besar memanjat tebing, terjun payung, dan hal lainnya menjadi kesenangan tersendiri, bahkan dijadikan pekerjaan. Resikopun semakin tinggi dengan aktivitas yang seperti itu.
  • Ketika masih bisa diasuransikan. Tidak semua orang bisa membeli asuransi. Sedia payung sebelum hujan. Apabila saat dibutuhkan maka kita sudah mempunyai payung tersebut.
  • Mempertahankan keakraban dengan keluarga dan saudara. Dengan tidak meminta uang sumbangan atau pinjaman dari keluarga dan saudara, secara tidak langsung kita mempertahankan kerekatan hubungan tersebut.
  • dan beragam alasan lainnya.

Saya adalah Agen Asuransi Allianz dan saya bangga apabila saya bisa menjadi bagian dari hidup Anda.

Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com

Sudah punya polis, saya tidak perlu lagi

Peracakapan dengan calon klien

CK : “Wah saya sudah punya polis Pak, lebih dari satu”

A : “Bagus sekali Bu! Selamat yah”

CK : “Jadi saya gak perlu lagi”

A : “Saya mau tanya Bu, kenapa ya keluarga punya beberapa mobil dengan merek berbeda?”

CK : “Karena ada tujuan penggunaan berbeda dan pengalaman berbeda dong”

A : “Seperti ibu-ibu masih beli tas walau tas nya sudah banyak ya Bu hahaha”

CK : “Iya hahaha”

A : “Seperti itu juga polis asuransi Bu, bisa punya banyak dari berbagai merek untuk tujuan yang berbeda dan pengalaman yang berbeda. Itu memperkaya perencanaan portfolio, pengalihan resiko, dari perencanaan keuangan keluarga atau perusahaan”

CK: “Betul juga ya”

A :”Penting Ibu tahu kelebihan dan keunikan tiap merek dan kegunaaannya yang berbeda. Seperti juga Ibu membuka rekening di bank berbeda untuk tujuan berbeda kan?

CK : “Betul juga”

lifebuoy

Percakapan di atas adalah kutipan dari percakapan antara agen dengan calon klien.

Memang, terkadang orang Indonesia pada umumnya tidak terlalu peduli dengan isi polis, jadi asalkan sudah punya polis asuransi, apapun brandnya, sudah merasa cukup dan merasa terlindungi, padahal isinya bahkan tidak pernah dibaca, dan yang fatalnya, isinya tidak relevan lagi dengan biaya dan kebutuhan jaman sekarang.

Dan nanti pada saat resiko itu terjadi, entah pada diri sendiri atau pada orang lain, barulah sibuk sana sini, berteriak di media sosial, komplain di surat pembaca, bahwa klaim tidak dibayar. Tipikal orang Indonesia sejati.

Padahal asuransi itu mencakup 4 hal, yaitu:

  1. Tabungan, tujuan utama adalah supaya kita tidak menjadi boros, bisa juga dengan alasan untuk dana pendidikan anak, atau dana pensiun hari tua.
  2. Meninggal, berbicara tentang warisan, sebagai pembayar hutang, biaya-biaya, yang sisanya dapat di simpan atau didepositokan.
  3. Sakit biasa, adalah askes (asuransi kesehatan), untuk membayar rawat inap, biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, operasi, dan sebagainya.
  4. Penyakit kritis, ini adalah point terpenting dalam asuransi, namun hanya sedikit yang menyadarinya.

Ada 4 alasan kenapa penyakit kritis penting:

  • Cek Rumah Sakit, biaya penyakit kritis, sebut saja kanker, untuk saat ini 300jt-1M, dan ini adalah repeat order.
  • Cek WHO, berdasarkan data 67% manusia sebelum meninggal terjadi sakit kritis.
  • Cek BPS (Biro Pusat Statistik), hanya 5% orang yang punya uang cash, sisanya tidak rela pakai uang sendiri.
  • Cek tubuh kita, ada 70trilyun sel dalam tubuh kita, apabila ada satu sel menjadi ganas, itulah kanker.

Orang boleh memiliki banyak asuransi, tapi jika belum ada asuransi penyakit kritis dalam portofolio asuransinya, ia masih mungkin untuk bangkrut.

Asuransi Tambahan Penyakit Kritis (Critical Illness Plus): (Info lengkap di SINI)

49-penyakit-kritis
Asuransi Tambahan Penyakit Kritis terlengkap hingga usia 100 tahun (Critical Illness 100): (Info lengkap di SINI)

CI 100 allianz vs lain

Ada dua asuransi tambahan penyakit kritis di TAPRO Allianz yang dapat anda pilih, yaitu:

CI+ (menanggung 49 penyakit kritis sd usia 70 tahun), atau

CI100 (merupakan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sd usia 100 tahun).

Apabila Anda salah satu dari orang yang memiliki banyak polis namun tidak memiliki proteksi penyakit kritis, Anda tidak sendirian, banyak orang lain yang sama seperti Anda.

Kini giliran Anda untuk meng-upgrade polis Anda.

Jangan seperti gambar yang saya pasang di paling atas, saat sudah tenggelam baru kita meminta ban penyelamat.


Salam hangat,

Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com
satuyangterpenting.wordpress.com

Merencanakan Lumbung Padi untuk Persiapan Musim Kemarau

lumbung

Pernahkah kita memperhatikan petani-petani kita ?

Mereka selalu menyimpan padi-padi hasil tuaian di lumbung padi.

Apa tujuannya?

Tidak lain tidak bukan adalah untuk persiapan musim kemarau, yaitu musim di saat produktivitas terhambat bahkan terhenti karena banyak faktor, antara lain waktu, cuaca, tanah, dan sebagainya.

Lalu apa kaitannya saya membicarakan pertanian dengan asuransi?

Asuransi lebih dari sekedar perlindungan jiwa dan kesehatan, asuransi juga berbicara tentang perencanaan keuangan, persiapan dana pensiun di masa tua, persiapan kita memasuki musim kemarau di hidup kita.

Tabungan itu penting, setuju?

Lalu tahukah kenapa harus menabung?

Hari tua, keperluan menabung, persiapan dana pendidikan, dan lain-lain, semua jawaban tidak ada yang salah.

Lalu, mulai kapan kita harus menabung?

ASAP! (As soon as possible)

Teorinya sih seperti itu, namun banyak juga yang walaupun berkata ASAP tetap saja telat menabung.

Terus, berapa besar sih yang harus di tabung?

Jawaban pastinya beragam, tergantung pendapatan dan pengeluaran tiap-tiap orang.

Well, apapun itu teorinya adalah kita harus tahu terlebih dahulu apa yang melatarbelakangi kita harus menabung, atau dengan kata lain, apa motivasi kita menabung.

Untuk mengetahui seberapa besar kita harus menabung, kita juga harus melihat usia kita saat ini, dan usia rencana pensiun kita. Katakanlah usia rencana pensiun mengikuti usia rata-rata, yaitu 55 tahun, dan usia harapan hidup adalah 75 tahun sesuai usia harapan hidup masyarakat Indonesia.

Hal lain yang harus di perhatikan adalah pada saat fisik turun, biaya hidup menjadi naik.

grafi

Coba kita lihat biaya hidup kita saat ini, terasa berat atau tidak?

Bandingkan dengan, misalnya, 5 tahun yang lalu.

Pasti sedikit banyak mayoritas menjawab ya, terasa lebih berat.

Contoh konkrit, 10 tahun lalu berbelanja di supermarket bisa mendapat beberapa keranjang belanjaan, namun saat ini dengan uang yang sama, belanja cuma dapat keranjang yang lebih sedikit.

Ok, mari kita lanjut.

Usia kita saat ini, katakanlah usia 30 tahun, sampai dengan usia rencana pensiun adalah usia produktif, yaitu 25 tahun.

Sisanya adalah usia non produktif, yaitu usia 56 sampai 75 tahun, artinya selama 20 tahun tidak produktif.

Kita harus melihat kenyataan, yaitu pada saat usia pensiun, biaya hidup bukan semakin kecil, namun semakin meningkat, karena tingkat inflasi.

Kira-kira kalau melihat situasi seperti itu, ada problem apa?

Problem keuangan.

Kitapun tidak tahu hidup berapa lama, namun kebutuhan hidup semakin lama tentunya semakin besar.

Solusinya adalah dengan mengantisipasi.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengantisipasinya?

Salah satunya adalah dengan memiliki tabungan pensiun.

Saya mau mengajak teman-teman ikut berpikir.

Andaikata tidak mempunyai tabungan pensiun, kira-kira ada dana dari mana?

Ada yang menjawab, dari bisnis.

Baik, cuma terkadang ada orang yang berbisnis, tabungannya jadi satu, dana yang ada selalu terpakai, yang tadinya direncanakan untuk masa tua, biasanya terpakai untuk modal bisnis, untuk cash flow. Anggap saja bisnisnya bagus, namun hasil dari bisnis tersebut terkadang tidak disimpan melainkan diputar ulang, karena menginginkan untung yang lebih besar. Tapi bisnis selalu ada resiko, bukan rahasia, banyak pebisnis yang gagal dan tidak mempunyai cadangan dana lagi.

Ada juga yang menjawab, dana dari anak.

Baik, coba hitung, saat berumur 31, anak kita berumur 1 tahun, artinya pada saat kita pensiun, usia anak adalah 24 tahun. Lalu kita coba tarik mundur, kira-kira pada saat kita berumur 24 tahun, apakah kita sudah sanggup membiayai orang tua kita? Saya rasa sedikit orang yang berumur 24 tahun sudah settle secara ekonomi, jangankan membiayai orang tua, untuk biaya diri sendiri saja belum tentu ada, andaikan sudah mandiripun, orang tua terkadang merasa berat membebankan biaya ke anak. Kemungkinan lain adalah ada anak yang menjadi malin kundang.

Coba kita berpikir dan coba kita proyeksikan ke depan, seberapa aware kah kita akan hal ini.

Kembali lagi kita ke cerita awal, tentang petani dan lumbung padinya.

Kira-kira, apakah lama jangka waktu musim kemarau tersebut berpengaruh terhadap banyak sedikitnya lumbung padi petani itu?

Sudah pasti berpengaruh. Apabila terjadi kemarau panjang, maka harus mempersiapkan beberapa lumbung padi.

Bagaimana dengan kita sendiri, sudah siapkah menghadapi ‘kemarau panjang’ ?

Mungkin umur kita masih muda dan masih belum aware dan memikirkan ‘kemarau panjang’ tersebut.

Atau bahkan mungkin ada sebagian dari kita berkata, saya di usia 55 tahun, atau bahkan 60 tahun masih akan terus bekerja, bahkan orang tua saya usia 70 tahun saja masih bekerja kok.

Jawaban saya adalah, orang bekerja karena dua alasan, pertama supaya tidak menjadi pikun, lalu yang kedua adalah tidak ada pilihan, kalau tidak bekerja maka bisa jadi keluarga tidak makan selama sebulan.

Pensiun yang sebenarnya yang kita semua harapkan adalah, kerja hanya karena hobi dan iseng saja, dan tabungan sudah ada banyak. Walaupun mirip-mirip dengan yang kedua, namun beda tipis.

Oleh karena itu, kita harus tahu terlebih seberapa besar ‘lumbung padi’ yang harus kita miliki.

Dan untuk mengetahuinya, semua ada hitung-hitungannya.

Yaitu dimulai dari berapa besar biaya hidup rata-rata per bulan, yaitu biaya rutin yang wajib harus tetap dibayar walaupun usia pensiun, seperti rumah, listrik, makan, jalan-jalan, dan lain-lain.

Misalnya 5 Juta sebulan. Namun harus memperhitungkan tingkat inflasi. Contoh sepeda motor harga 15 Juta, namun 20 tahun lalu harga sepeda motor 3 Juta. Tingkat inflasi 20 tahun lalu sampai sekarang adalah 5 kali lipat.

goal

Usia produktif 25 tahun

Maka rumusnya adalah = 25/20 x 5 = 6.25

Jadi kalau saat ini kebutuhannya adalah 5 Juta per bulan, maka 20 tahun mendatang adalah 5×6,25 = 31,25 Juta, karena faktor inflasi.

Maka rencana besaran lumbung padi yang harus disiapkan agar pensiun dengan nyaman adalah :

31,25 Jt per bulan x 12 bulan x 20 tahun masa pensiun = 7,5 M

Hitungan jumlah yang harus di tabung dari sekarang adalah

7,5 M / 25 tahun usia produktif = 300 Juta di bagi 12 bulan = 25 Juta per bulan

Jadi, kita harus menabung 25 Juta per bulan selama 25 tahun agar terkumpul 7,5 M agar masa pensiun nyaman.

Artinya harus sudah punya income 30 Juta perbulan, supaya bisa menyisihkan 25 Juta per bulan.

goal2

Sedangkan jika sudah berkeluarga maka 30 Juta x 2 = 60 Juta per bulan

Jika punya 2 anak maka = 120 Juta per bulan

Kesimpulan:

  • Tabungan pensiun = No Choice
  • Tabungan pensiun untuk persiapan hari tua harus disiapkan sejak kapan? berapa besar? (lihat hitungan Anda)
  • Misal: Yang harus di tabung adalah 25 Juta per bulan
  • Berapa yang Anda mau sisihkan dari sekarang? (harus dipaksakan demi hari tua nanti) Misal: 2 Juta per bulan
  • Mau di tabung kemana?

Kalau jawabannya harus menabung 25 Juta per bulan, kira-kira masalah atau tidak?

Kalau tidak bisa, kira-kira 20 Juta per bulan sanggup?

Kalau tidak sanggup, kira-kira 10 Juta per bulan?

Kalau tidak, seberapa besar yang sanggup kita tabung, 2 Juta per bulan?

Misalkan sanggup menabung 2 Juta per bulan, pertanyaan terakhir adalah mau di tabung kemana?

Jawaban umum adalah tabung di bank. Namun ternyata muncul masalah baru, untuk mencapai 1 Miliar dibutuhkan waktu 40 tahunan.

Artinya, saat mencapai 1 M, usia saat itu adalah 70 tahun, kira-kira happy atau tidak?

Kira-kira kondisi saat usia 70 tahun masih sehat atau tidak? fisik menurun atau tidak?

Saat kesehatan menurun, biasanya lebih sering ketemu dengan dokter, dan bukan rahasia kalau biaya kesehatan tidak pernah turun, yang ada naik terus.

Kira-kira 1 M tersebut apakah masih bisa tetap utuh?

Rela atau tidak uang hasil tabungan kerja keras hingga terkumpul 1 M bisa jadi berpindah rekening ke rekening Rumah Sakit?

Muncul pertanyaan:

  • Susah payah menabung, bahkan sampai memaksakan diri menabung, tidak mau uangnya hilang sia-sia.
  • Bagaimana mengantisipasinya?
  • Jika sakit terjadi, uang 1M tetap utuh, bagaimana caranya?

Kira-kira ada jawaban apa?

  • Dari investasi saya yang lain, bisnis, properti.Itu sih tetap hasil kerja keras sendiri, justru yang diinginkan adalah supaya jangan hasil kerja keras harus dikorbankan.
  • AsuransiMaksud kamu bagaimana asuransi bisa bantu?
    Kalau di dunia ini tidak ada asuransi bagaimana?

Ternyata betul, solusinya hanya asuransi, yaitu TAPRO:

tapro

solusii

Biaya sakit kritis saat ini = 1 M

Biaya sakit kritis saat mendatang = 6,25 M

Ini semakin menegaskan bahwa TAPRO adalah NO CHOICE

bankBeda menabung di Bank dan di TAPRO dapat dilihat di gambar atas.

Nah, masih ada satu problem lagi yang masih belum banyak orang sadari.

Misalnya, masih menyambung cerita di atas, pengeluaran untuk biaya rutin hidup sehari-hari adalah 5 Juta dan terasa tidak ada masalah, karena masih ada penghasilan.

Namun saat penghasilan itu tidak ada, barulah menjadi masalah. Karena tidak peduli kita bekerja atau tidak, sakit atau tidak, pengeluaran itu tetap berjalan.

Dapat dilihat seperti gambar dibawah ini (bejana in-out)

bejana

Yang menjadikan penghasilan kita berhenti secara mendadak adalah sakit kritis, cacat, kecelakaan, dan meninggal, serta phk / bangkrut.

Dan itu harus kita antisipasi. Kira-kira solusinya apa?

Jangan sebut asuransi, saya mau jawaban lain selain asuransi, coba pikirkan hal lain.

Kalau sudah mentok, maka dengan sangat terpaksa hanya ada satu jawaban, yaitu tidak lain tidak bukan adalah TAPRO

Karena di TAPRO ada fitur bernama payor benefit, yang memberikan pembebasan premi apabila sang pembayar premi menderita sakit kritis, sehingga premi yang biasanya rutin ditabung sendiri, diganti menjadi ditabungkan otomatis.

Bagaimana kalau meninggal? Ternyata TAPRO juga menyediakan warisan yang bisa kita tentukan besaran nilainya, hitungannya adalah biaya bulanan x 200, lalu apabila hak waris tersebut di depositokan dengan asumsi bunga 6% maka kita mendapat nilai 5 Juta per bulan sebagai pengganti biaya hidup bulanan.

Bagaimana kalau phk dan bangkrut ?

Harus ada Backup Income

backupGaris hijau adalah income yang saat ini berjalan.

Garis biru adalah backup income.

Yaitu mendapat backup income dengan cara berbagi informasi TAPRO ke setiap orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal, dengan spesifikasi pekerjaan seperti di gambar atas.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga mencerahkan pemikiran teman-teman sekalian.


Terima kasih dan salam hangat,

Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com

Polis adalah bukti cinta kasih untuk keluarga

polisadalah

Polis adalah bukti cinta kasih untuk keluarga

Salam hangat,

Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: [email]petrusjakub.asn@gmail.com[/email]

Handphone rusak dan polis asuransi

hp

Halo teman-teman,

Kali ini saya akan mengajak teman-teman ikut dalam cerita.

Ada satu orang, sebut saja Pak Ali, dia mempunyai sebuah handphone, dan seluruh contact teman bisnisnya ada di handphone tersebut. Lalu kemudian Pak Ali pergi berangkat kerja, namun tiba-tiba di tengah jalan, handphone tersebut jatuh dari saku Pak Ali dan pecah, sehingga menjadi rusak parah dan tidak bisa dibetulkan kembali.

Menurut teman-teman,

Apakah besok Pak Ali akan membeli handphone baru ?

Saya yakin sebagian besar dari teman-teman pasti menjawab: Ya.

Karena bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, handphone sudah menjadi kebutuhan pokok, bahkan melebihi nasi dan air putih. Tidak peduli dimanapun orang berada, handphone selalu berada disana, di kereta sambil mengecek Path, di transjakarta sambil buka facebook, di mobil pribadi sambil membalas BBM, di kantor sambil tertawa terpingkal-pingkal membaca lelucon di Grup Whatsapp, dan lain sebagainya. Pada saat handphone itu rusak atau hilang, maka tidak peduli apapun yang terjadi, maka orang pasti akan dengan segenap hati dan sepenuh tenaga membeli handphone baru, walaupun dalam kondisi ekonomi sulit sekalipun.

Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah masyarakat Indonesia memperlakukan polis asuransi sebagai kebutuhan pokok yang melebihi semuanya itu?

Saya rasa tidak, karena tingkat kepedulian dan tingkat pemahaman masyarakat Indonesia akan asuransi masih terlalu amat sangat minim, bahkan survey membuktikan hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang memiliki polis, dan 95% dari orang tersebut tidak mengetahui isi polisnya.

Saya dan rekan sesama agen asuransi bertugas memberikan edukasi asuransi kepada masyarakat Indonesia, terlepas dari nama perusahaan asuransi apapun itu, saya berharap masyarakat Indonesia semakin hari semakin terbuka wawasannya dan mengerti serta sadar asuransi.

Apalagi bagi masyarakat yang tingkat ekonomi menengah ke bawah, saya harap lebih memperhatikan akan ruginya bila tidak memiliki polis asuransi. Saya berkata ini bukan karena saya adalah agen asuransi, tetapi karena saya masih memiliki hati dan saya ingin melakukan sesuatu hal yang tulus untuk membantu keluarga yang membutuhkan dana tunai disaat dana tunai itu sangat diperlukan.

Semoga kedepannya, polis akan diperlakukan lebih dari sekedar kebutuhan pokok, seharusnya melebihi dari kebutuhan pokok.

Semoga tulisan singkat saya ini dapat mencerahkan.

Terima kasih dan salam hangat,

Petrus Jakub
Allianz Indonesia

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com

Liem Lie Sia dan kisahnya

az_liem-lia-sia

Siapa itu Liem Lie Sia?

Liem Lie Sia adalah orang pertama di jaringan ASN (Allianz Star Network).

Ooo…

Ceritanya begini: Liem Lie Sia punya sekitar belasan anak (downline langsung), salah satunya bernama Venny Wantouw (pemilik kantor agensi di Allianz Tower ruang 20D). Dari Venny Wantouw, dia punya cucu bernama Hendy Winata (pemilik kantor agensi / Grup Busster di APL Tower Grogol, Jakarta Barat), selanjutnya punya cucu bernama Tiara Ermico. Saya adalah keturunan berikutnya.

Lalu, ada apa dengan mimpi-mimpi Liem Lie Sia? Begitu pentingkah sehingga perlu ditulis di sini?

Tentunya begitu. Jika tiga generasi di bawahnya masing-masing sudah punya kantor keagenan sendiri, belum dihitung dari jalur anak-anaknya dan cucu-cucunya dan cicit-cicitnya yang lain, tentulah Liem Lie Sia lebih hebat lagi. Mimpi orang hebat sangat penting dipelajari terutama oleh orang-orang yang ingin mengikuti jejak langkahnya.

Saat ini Liem Lie Sia merupakan agen asuransi paling sukses di ASN. Kini, jaringannya paling luas, membentang dari Aceh sampai Papua. Omset grupnya paling besar, di atas 200 miliar per tahun. Dan penghasilannya paling tinggi, melewati 1 miliar rupiah per bulan. Dia juga tercatat sebagai MDRT Lifetime member.

Bicara grup, di ASN omset grup dihitung hingga kedalaman 5 generasi (anak, cucu, cicit, buyut, canggah). Saya sebagai generasi keempat (buyut), masih terhitung sebagai bagian dari grup Liem Lie Sia. Ketika saya berproduksi, Liem Lie Sia masih mendapat bagian komisi dari produksi saya, padahal dia tidak kenal saya dan saya pun tidak kenal dia. Begitu pula jika saya punya agen di bawah saya (generasi kelima), Liem Lie Sia pun masih menikmati bagian komisinya. Itulah luar biasanya sistem bisnis di ASN.

Apa Saja Mimpi Liem Lie Sia?

Pada hari Jumat 7 Juni 2013, di kantor Allianz Puri pimpinan Bapak Hendy Winata (sebelum pindah ke APL Tower di Grogol), saya beruntung mendapatkan pencerahan dari perempuan yang sudah malang-melintang di dunia asuransi lebih dari 20 tahun ini. Di Allianz sendiri, dia bergabung tahun 2004. Sebelumnya di Prudential selama 8 tahun (1996-2004) dan Lippo selama 5 tahun (sejak 1991-1996).

Pencerahan apa yang saya dapatkan dari perempuan hebat ini?

Yaitu tentang mimpi dan kendaraan yang tepat-cepat untuk mencapainya.

Dulu, Liem Lie Sia punya empat mimpi:

  1. Punya banyak uang (bahasa lain: kebebasan finansial).
  2. Punya banyak waktu (bahasa lain: kebebasan waktu).
  3. Sumber penghasilan bisa diwariskan.
  4. Membantu orang-orang mencapai impian 1-3.

Sekarang, empat mimpi itu sudah bukan mimpi lagi baginya. Meskipun demikian, semangatnya masih selalu terjaga. Dia rutin berkeliling Indonesia, memberikan motivasi dan inspirasi kepada agen-agen ASN di jaringannya. Yang luar biasa, walau sudah di puncak gunung, dia masih rajin berjualan asuransi. Setiap tahun, penjualan pribadinya selalu mencapai target MDRT (premi terkumpul di atas 500 jutaan). Itulah gairah hidupnya.

1. Punya Banyak Uang (Kebebasan Finansial)

Semua orang, kalau mau jujur, ingin punya uang yang banyak. Perbedaan terletak pada rencana-rencana yang akan dilakukan dengan uang itu. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang. Dengan uang, banyak hal baik bisa dilakukan.

Saya tidak tahu apa yang telah atau akan dilakukan Liem Lie Sia dengan uangnya yang sudah bejibun. Tapi pada saya sendiri, yang akan saya lakukan adalah memanfaatkannya sebesar mungkin untuk kepentingan kemanusiaan dalam berbagai bentuk, secara bertahap hingga mencapai 99% dari penghasilan saya. Sisanya sebesar 1% saya harapkan cukup untuk membiayai kehidupan saya dan keluarga secara layak.

2. Punya Banyak Waktu (Kebebasan Waktu)

Punya uang banyak saja belum cukup. Banyak orang punya uang berlimpah, tapi tak punya waktu untuk menikmatinya. Kebebasan finansial (financial freedom) belum berarti apa-apa tanpa kebebasan waktu (time freedom).

Bagaimana caranya mencapai kebebasan finansial sekaligus kebebasan waktu? Satu-satunya cara adalah membangun kemampuan untuk mendapatkan penghasilan secara pasif.

Ada sejumlah profesi yang mampu menghasilkan banyak uang, tapi hanya jika ada aktivitas. Contoh: dokter, pengacara, direktur, dan konsultan. Tapi ada sejumlah profesi yang tetap mengalirkan banyak uang walaupun orangnya sedang tidur pulas. Contoh: pencipta lagu, pemilik paten, penulis novel, blogger, investor, pemilik bisnis, dan secara khusus saya ingin menyebut: pemilik bisnis jaringan.

Pada jenis yang terakhir inilah Liem Lie Sia berada. Dan saya sedang merintis jalan menuju ke sana.

3. Sumber Penghasilan Bisa Diwariskan

Pada umumnya orang, jika dia meninggal dunia, putuslah penghasilannya. Harta bisa diwariskan, tapi belum tentu dengan sumbernya. Beberapa jenis aset bisa menjadi sumber uang, misalnya kontrakan dan perusahaan. Tapi jika ahli waris sedang terdesak masalah keuangan, semua itu bisa dijual dan berhenti pulalah arus kas yang menyertainya.

Hal semacam itu tidak akan terjadi pada bisnis jaringan. Di bisnis jaringan, aset yang menjadi sumber penghasilan adalah orang, di mana mereka pun sama-sama sebagai pebisnis. Jika kita adalah agen ASN dengan posisi sebagai leader, dan jumlah leader yang berada dalam jaringan kita sudah banyak, mereka semua adalah sumber penghasilan yang terus-menerus, walaupun kita sudah dipanggil Tuhan.

Bagaimana jika semua leader dalam jaringan kita tidak lagi menjadi agen ASN? Secara berseloroh, Venny Wantouw pernah berkata tentang risiko bisnis di ASN: “Jika seribu agen saya semuanya naik ke satu pesawat yang terbang menuju surga, barulah passive income saya akan berhenti.”

Artinya, kemungkinan itu kecil sekali.

Bagaimana dengan kemungkinan agen keluar atau ganti profesi? Kemungkinan ini ada, tapi hanya pada agen-agen yang gagal. Jika seorang agen telah berhasil mencapai level leader dan memiliki sejumlah agen-leader di bawahnya, rugilah jika dia mengundurkan diri.

4. Membantu Orang-Orang Mencapai Impian Nomor 1 – 3

Mimpi nomor 1 sampai 3 bisa jadi ada batasnya. Tapi nomor 4 ini tidak berbatas. Berapa orang yang ingin dia bantu untuk sukses seperti dia? Sebanyak-banyaknya.

Sukses itu biasa, tapi membantu banyak orang dan lebih banyak lagi untuk sukses bersama, itu yang luar biasa. Inilah sukses mulia. Itulah motif yang menggerakkan orang-orang sukses semacam Napoleon Hill, Robert Kiyosaki, Tung Desem Waringin, Ippho Santosa, rajin menulis buku dan mengadakan seminar di mana-mana.

Tapi orang-orang di bisnis jaringan melakukannya dengan cara lain. Tidak perlu nulis buku dan tidak pakai seminar, apalagi yang berbayar. Cukup ajak orang ke bisnis yang dia geluti, menduplikasi diri sebanyak mungkin layaknya amuba, lalu semuanya pun tumbuh bersama.

Kendaraan Mencapai Mimpi

Kendaraan apa yang paling tepat dan paling cepat untuk merealisasikan mimpi-mimpi di atas?

Menilik jalan hidup Liem Lie Sia sendiri, tentunya kendaraan itu adalah dengan menjadi agen asuransi. Kenapa agen asuransi? Alurnya seperti ini:

Pertama, untuk memperoleh penghasilan yang besar, cara paling mungkin adalah melalui bisnis, bukan dengan menjadi karyawan.

Kedua, bisnis tersebut haruslah bisnis yang memberikan keuntungan besar.

Ketiga, agar mudah dijalankan oleh semua orang, bisnis tersebut hendaknya bisa dijalankan dengan modal kecil (bahkan tidak usah pakai modal), rendah risikonya, serta tidak membutuhkan pendidikan dan pengalaman (karena ada ahlinya yang akan mengajari).

Bisnis yang memenuhi semua kriteria tersebut adalah bisnis asuransi. Modal kecil, untung besar, rendah risiko, gampang dimulai, bisa dijalankan oleh siapa saja tanpa harus punya pendidikan dan pengalaman.

Tapi itu belum cukup. Penghasilan besar okelah, tapi agar memiliki kebebasan waktu, yang lebih penting lagi adalah penghasilan besar yang diperoleh secara pasif, alias passive income. Oleh karena itu, ada yang keempat, yaitu bisnis tersebut haruslah memiliki sistem. Dan sistem bisnis yang paling memungkinkan memperoleh penghasilan pasif dalam jumlah besar adalah sistem bisnis jaringan (network business atau network marketing).

Gambarannya begini:

Jika kita ingin menjual 1000 barang dalam setahun, ada tiga cara yang bisa kita pilih. Pertama, kita menjualnya sendirian. Kedua, kita merekrut sejumlah orang yang akan menjual bagi kita. Ketiga, kita merekrut sejumlah orang yang akan menjual dan merekrut bagi kita dan bagi mereka.

Melalui cara pertama, kita berpikir semata-mata sebagai penjual (salesperson). Jika barang yang dimaksud adalah polis asuransi untuk individu, maka menjual seribu polis asuransi dalam setahun adalah suatu pekerjaan yang sangat-sangat jarang (untuk tidak menyebut mustahil) bisa dilakukan.

Melalui cara kedua, kita berpikir sebagai pebisnis, tepatnya pebisnis konvensional, untuk membedakannya dengan kategori ketiga. Jika kita berhasil merekrut 10 orang, kita bisa menugaskan mereka untuk menjual masing-masing sebanyak 100 barang. Tentunya menjual 100 barang akan lebih ringan daripada menjual 1000 barang. Total akhir sama-sama 1000.

Sedangkan melalui cara ketiga, kita berpikir sebagai pebisnis jaringan. Tugas menjual 100 barang per orang mungkin masih dirasa memberatkan. Oleh karena itu, 10 orang itu kita tugaskan untuk merekrut lagi masing-masing 10 orang, sehingga total tenaga yang tersedia adalah 100 orang. Keseratus orang ini ditugaskan menjual masing-masing 10 barang, maka hasil akhir sama-sama 1000. Bahkan bisa lebih karena tiap orang bisa saja menjual lebih dari 10 barang, dan tiap orang bisa saja merekrut lagi 10 orang atau sebanyak yang mereka mampu.

Itulah hakikat bisnis jaringan, yaitu memperbanyak faktor pengali (orang-orang), sehingga omset total akan menjadi tidak terbatas dan demikian pula penghasilan.

Di sini, para pembaca mungkin menemukan kesamaan antara bisnis jaringan di asuransi dengan bisnis MLM. Ya, secara hakikat, keduanya sama, yaitu duplikasi sebanyak mungkin faktor pengali. Yang membedakan hanya produknya. Yang satu berjualan asuransi, yang satu lagi bisa apa saja, dan terkadang tidak ada barang jualannya.

Tapi kombinasi antara bisnis jaringan+produk asuransi adalah kombinasi terbaik yang mungkin terjadi, dibanding jika sistem yang sama diterapkan untuk menjual produk lain, seperti misalnya pada MLM. Mengapa?

  • Asuransi adalah kebutuhan manusia. Siapa pun dan sampai kapan pun orang butuh asuransi. Produk MLM belum tentu merupakan kebutuhan, dan kalaupun merupakan kebutuhan, sangat mudah mencari penggantinya di pasaran dengan harga jauh lebih murah.
  • Asuransi adalah produk yang nilai uangnya besar, oleh karena itu wajar jika komisinya pun besar. Jika seorang nasabah membuka polis dengan premi 300 ribu per bulan, itu artinya 3,6 juta setahun. Uniknya, angka segitu tidak terasa mahal. Padahal jika anda membeli sebuah produk MLM dengan harga 1 juta saja, rasanya mahal sekali.
  • Komisi produk asuransi diterima selama beberapa tahun untuk satu kali penjualan produk. Ini sesuatu yang unik pada produk asuransi, tidak akan dijumpai pada produk lain.
  • Perusahaan asuransi pada umumnya besar-besar, bahkan berskala global dan sudah berdiri puluhan hingga ratusan tahun.
  • Profesi agen asuransi itu resmi, ada lisensinya, ada aturan dan kode etiknya, diakui negara, bahkan diakui secara internasional melalui ajang semacam MDRT.
  • Gabungan dari semua aspek itu menjamin seorang agen asuransi yang sudah sukses tidak akan berpindah ke profesi atau bisnis lain. Hal ini tentunya memberikan rasa aman dan nyaman baik bagi agen maupun nasabah. []

Testimonial Dokter menerima Klaim Asuransi 1,2 Miliar

Satu yang terpenting, melindungi penghasilan keluarga

Salam hangat,
Petrus Jakub

HP/WA: 08567810321
BBM: 7601F485
Email: petrusjakub.asn@gmail.com

error: Content is protected !!