Allianz Ecopark

IMG_0566
 
Allianz Ecopark,
Perwujudan Komitmen Allianz Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

Allianz Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sejak tahun 2012, Allianz Indonesia telah menyelenggarakan beragam aktivitas untuk mendukung peningkatan kualitas hidup, salah satunya dengan aktivitas berlari yaitu Allianz World Run. Pada pertengahan tahun 2017, Allianz Indonesia mewujudkan komitmennya dengan menghadirkan sarana dalam peningkataan kualitas hidup melalui perubahan hak penamaan yang semula bernama Ocean Ecopark menjadi Allianz Ecopark. Melalui kemitraan ini, Allianz dapat lebih terintegrasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dapat dilakukan di Allianz Ecopark.
Kawasan Ancol merupakan pasar terluas untuk taman hiburan di Indonesia yang mencapai sekitar 17 juta pengunjung setiap tahunnya. Berdasarkan Segmentasi Pelanggan Accenture 2016, Allianz Indonesia memiliki segmen yang kuat dalam kategori profesional muda. Dengan hak penamaan Allianz Ecopark di kawasan Ancol ini, Allianz dapat memperkuat brand top of mind di segmen lainnya.
Taman seluas 34 hektar ini merupakan wisata Nature Sport Edutainment dimana para pengunjung dapat melakukan beragam aktivitas dengan nilai-nilai edukasi dan hiburan melalui pendekatan green lifestyle. Allianz Ecopark terbagi menjadi beberapa kawasan (zona) dengan fungsi dan fasilitas berbeda, yaitu Eco Nature, Eco Art, Eco Care, Eco Market, Taman Fitness, dan Learning Farm.
Eco-Nature akan memanjakan pengunjung dengan keindahan alam dan berbagai jenis satwa yang sudah jinak. Untuk melihat seni dan budaya Indonesia, pengunjung dapat berkunjung ke Eco-Art. Sedangkan di Eco-Care, pengunjung diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan keluarga. Ingin belanja sayur dan buah? Pengunjung dapat berkunjung ke Eco-Market dimana terdapat beragam buah dan sayur bebas pestisida. Eco-Market merupakan pasar organik pertama dan terbesar di Jakarta. Selain itu, pengunjung juga dapat berolahraga fitness outdoor di Taman Fitness yang menyediakan beragam peralatan fitness. Ada juga Learning Farm, sarana edukasi yang sangat baik untuk anak-anak dengan hiburan atau wahana bermain sambil belajar. Pengunjung akan diajarkan bagaimana cara berkebun dilengkapi dengan lahan untuk bercocok tanam yang cukup luas layaknya seorang petani.
Selain itu, Allianz Ecopark juga menyediakan fasilitas untuk jogging, walking dan bersepeda. Di sini, Allianz dapat melakukan beragam kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan dan lingkungan yang menjangkau segmen pasar maupun segmen lain. Allianz Ecopark akan dipromosikan sebagai pusat pernapasan sehat di kawasan Ancol yang dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.

 
Butuh informasi mengenai Allianz lebih lanjut?
Feel free to contact us : Petrus Jakub 08567810321

Financial Check-Up

Semangat pagi teman-teman!
Kita sebagai generasi muda penerus bangsa tidak ada salahnya belajar mengenai finansial (keuangan), bahkan sudah sewajibnya kita belajar. Mengapa? Karena dengan memiliki konsep pemikiran yang benar, kita akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Setuju atau setuju banget?
Ok, let’s start then !
Sebelum masuk ke materi inti, satuyangterpenting akan membahas mengenai Takdir dan Nasib.
Takdir tidak dapat kita ubah. Kita tidak bisa memilih dilahirkan di keluarga mana, tidak bisa kontrol kapan kita meninggal, itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.
Sedangkan, Nasib itu adalah kita mau bekerja dimana, kita mau memilih jodoh kita siapa, kita mau memilih hari ini seharian nonton film korea sambil selimutan di kamar, atau kita keluar rumah bertemu orang, itu adalah sebuah pilihan nasib. Dan dari pilihan-pilihan yang kita lakukan setiap hari, akan membentuk masa depan.
INTRO: TEORI KONSPIRASI
Konspirasi adalah sesuatu yang tidak benar tetapi diulang-ulang oleh banyak orang sehingga kita mempercayainya.

  1. Time is Money
    Time equal money, Waktu adalah Uang.
    Artinya dengan waktu kita bisa menghasilkan uang.
    Pertanyaannya, kalau dibalik, bisakah uang menghasilkan waktu?
    Time is money seharusnya Money is time.
    Kenyataannya money is not time.
  2. Memakai barang yang mewah artinya kita kaya raya
    Semua yang ditampilkan di Instagram, itu adalah sesuatu yang FANA.
    Tetapi kebanyakan orang sudah terlarut didalamnya.
    Kalau ada teman pamer tas mewah, kita jadi kepingin.
    Kalau ada teman pamer jalan-jalan ke pulau, kita jadi kepingin.Sebenarnya, kaya raya atau tidak itu dilihat dari pembukuan keuangannya.
    Seberapa banyak cash-flow plus yang masuk ke dalam rekeningnya, seberapa besar passive income-nya, seberapa besar asetnya.
    Bukan apa yang dihilangkan, apa yang dipakai dibadannya, atau travellingnya.
    Karena bisa saja itu semua gesek kartu kredit dan kehidupannya setiap bulan didatangi oleh debt collector.
    Itu bukan kaya raya, itu GENGSI.
    Kalau kita sudah kaya raya boleh atau tidak bergengsi sedikit? Boleh saja.
    Tetapi yang bahaya adalah masih belum kaya raya tapi bergengsi hidupnya.
    Generasi makmur (The Wealthy Generation) mengajarkan agar kita meluruskan mind set kita terlebih dahulu. Yang paling penting adalah rekening kita gemuk, investasi kita banyak, baru kita memikirkan bergengsi.
  3. Hidup seperti roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah
    Setuju?
    Salah besar!
    Menurut riset, banyak orang yang dilahirkan kaya raya bahkan sampai dia mati masih kaya raya.
    Bill Gates adalah keluarga darah biru, dilahirkan kaya raya, bahkan sekarang malah tambah kaya raya.
    Jadi, roda itu tidak berputar, tetapi mentalitas kita yang berputar.Contoh, Nokia bangkrut dan kita menganggap roda berputar. Salah! Yang benar adalah kehidupan itu dinamis.
    Misalnya, kita berbisnis jualan jam tangan, kita mengharapkan pengunjung datang (walk in). Kalau jaman dulu bisa, tapi sekarang kalau tidak mau berubah, tidak mau dinamis, tidak mau belajar jualan online, tidak mau belajar mengenai SEO (search engine optimization), tidak mulai belajar bagaimana cara menjadi nomor satu di Instagram hashtag-nya harus apa, kata dia tidak melakukan semua itu, seakan-akan roda berputar, terkadang bukan itu, tetapi dia tidak mau bergerak mengikuti arus.
    Jadi, kalau kita terus belajar, terus mengikuti perkembangan, kita baca buku, kita datang ke seminar, pertemuan orang sukses, maka sebenarnya roda itu tidak berputar, sekalipun berputar kita berputar di tanjakan, yang terus naik.

Ini adalah beberapa konspirasi yang dibicarakan berkali-kali oleh orang-orang. Yang mana kita tidak pernah melakukan riset dan kita terpengaruh, pola berpikir kita menjadi terpengaruh, kita menerima apapun itu, sehingga kita stagnan.

Baca juga: The Wealthy Generation

Yang fakta itu apa? Yaitu yang sudah di-riset.
2 buku yang sudah di-riset, buku “Financial Freedom” dan buku “Passion, Profit, and Power” membahas mengenai konspirasi keuangan, money conspiracy.
Dikatakan bahwa 1% orang menguasai 50% uang yang berputar.
Jadi, misalkan uang ini dibagi rata kepada setiap orang di dunia, maka setiap orang akan memegang uang sekitar 28 Milyar.
Tetapi apakah kalian memegang aset 28 Milyar? Belum!
Mengapa demikian? Karena orang yang 1% ingin terus tetap mempertahankan kekayaannya, bahkan ingin tambah kaya. Bahkan mereka membuat skenario-skenario yang mendukung semua itu, yang sampai kini sudah menjadi konspirasi.
Satu contohnya adalah di zaman Renaissance mereka membuat institusi pendidikan, sekolahan, yang dibentuk sebenarnya untuk mendoktrin seseorang agar tetap berada di dalam track, untuk dia bekerja secara rutin, jadi karyawan pekerja kantoran. Dan orang-orang ini mulai percaya dengan yang namanya keamanan, security, menabung yang aman adalah di bank, padahal bank yang punya adalah mereka juga. Ini adalah skenario yang dibuat sedemikian rupa sehingga yang kaya tetap kaya dan yang miskin tetap miskin. Ini tidak akan satuyangterpenting bahas sekarang.
95% orang sisanya itu hanya memperebutkan 10% uang yang berputar
Jadi, 1% orang pegang 50% uang, dan yang 95% orang berebut 10% uang.
Mengapa demikian?
Kalau misalnya uang ini dibagi rata, dalam 5 tahun polanya akan balik lagi sama seperti itu.
Ini satuyangterpenting rangkum menjadi hukum pareto seperti digambar bawah ini:
Screen Shot 2017-07-13 at 9.00.02 AM
64% orang memegang 4% uang, ini adalah golongan orang-orang dengan aset dibawah 1M dan dengan penghasilan dibawah 25 Juta perbulan, yaitu orang-orang dengan tekanan pekerjaan paling tinggi, target paling tinggi, padahal kerjanya disuruh-suruh, dsb.
32% orang memegang 32% uang, ini biasanya direksi, general manager, yang penghasilannya 25 Juta hingga 750 Juta sebulan, dengan aset 1-100M.
4% orang memegang 64% uang, ini adalah orang dengan penghasilan diatas 750 Juta sebulan dengan total aset diatas 100M.
Yang 4% orang ini biasanya adalah mereka yang sudah punya bisnis yang bersistem.
Misalnya, gedung atau mal di kota Jakarta, ada yang punya atau tidak? Pasti ada yang punya. Setiap gedung yang berdiri di Jakarta sudah pasti ada yang punya. Tetapi kita tidak pernah memikirkan sampai kesitu, karena kita sudah terlalu sibuk memikirkan mau jalan-jalan kemana, mau pasang foto apa di Instagram, dsb, itu tidak salah, tetapi jangan terlalu larut disitu. Kita harus mulai membuka mata kita dan mulai melihat opportunity-opportunity yang lain, dan mulai melakukan apa yang mungkin tidak pernah kita lakukan sebelumnya.
Intinya, kita harus mulai membuka pikiran kita melihat peluang yang lain.
Dan kemungkinan besar 64% orang pasti akan mengatakan sesuatu yang tidak efektif, mereka akan mengatakan sesuatu untuk saling menjatuhkan dan saling tarik menarik satu dengan yang lain. Dan biasanya kalau kita berbeda, kita akan ditertawakan.
MENJADI ORANG 4%
Ternyata untuk bergerak naik agar menjadi orang 4% tersebut, kita cukup hanya dengan “mencontek“, belajar, supaya kita mengerti lebih banyak.

  1. Berani berbisnis
    Hal pertama yang dilakukan adalah mereka berani melangkahkan kakinya untuk berbisnis, buka toko, jualan online, dsb.
    Karena kalau menjadi karyawan, kita hanya menerima annual review untuk kenaikan gaji. Sedangkan kalau kita berbisnis kita monthly review dan menerima kenaikan income setiap bulan. Dan bahkan, ada juga gaji karyawan yang belum tentu di-review, sehingga belum tentu naik, atau bahkan lebih parahnya diturunkan gajinya, dengan alasan apapun itu.Kalau income kita tidak naik setiap bulan, lupakan untuk menjadi orang kaya. Karena kita akan menjadi orang pensiunan yang sama dengan orang kebanyakan pada umumnya, yang mungkin banyak impian belum dicapainya.
  2. Akumulasi aset
    Setiap kita menerima income, kurangi kebiasaan hedonisme. Terlalu boros untuk kesenangan sesaat. Mulailah akumulasi aset, melakukan simpanan dana deposito di saham, reksadana, ataupun deposito koperasi, meminjamkan uang kepada orang-orang menengah kebawah dengan bunga 13% fix.Kalau kita deposito di bank, kena pajak pph 20%, sehingga hanya menerima bunga 4%-an saja, sedangkan di koperasi bisa 3 hingga 4 kali lipat lebih tinggi.
    Jadi, mulailah membentuk passive income. Jadi, kalau suatu saat perekonomian sedang goyang. Kita tidak terkena imbasnya.
    Jadi, misalnya kita sudah memiliki passive income 20 Juta perbulan, kita pakai uang itu untuk operasional dan jalan-jalan dan lain sebagainya dari sana, sambil kita terus menambahkan modal kita terus. Jadi, mulailah hidup dari pendapatan bunga, bukan dari pekerjaan aktif.
  3. Risk Managment
    Ada orang yang hidupnya sudah bekerja keras mengumpulkan uang dan aset, ternyata semuanya habis dalam satu kejadian.Ada teman saya yang orang tuanya sakit, karena dia orang kaya, maka berobatnya di Singapura, RS Mount Elizabeth, karena kalau orang kaya berobat di RS lokal merasa terhina, karena dia berpikirnya dia sudah bekerja sekian lama, masa’ iya berobatnya di RS lokal.
    Berobat 3 tahun, habis dana 8 Milyar.
    Mungkin asetnya dikumpulkan selama 20 tahun, sedangkan asetnya habis dalam 3 tahun.
    Kamu mau hidupnya seperti itu?
    Di satu titik, semua aset kita habis. Mau?
    Kita harus melakukan RISK MANAGMENT.
    Risk Managment adalah fondasi dari Financial Triangle.
    Kita harus punya PROTEKSI.
    Rumah kita sudah diproteksi atau belum. Mobil kita sudah diproteksi atau belum. Kesehatan kita sudah diproteksi atau belum.
    Ortu saya stroke dan 5 hari habis 30-40 Juta.
    Mungkin kalau uang itu saya kumpulkan dalam 3-4 bulan, habis dalam jangka waktu 5 hari.
    Karena itu, kenapa sih orang kaya sudah sakit-sakitan, cangkok lever, tapi tidak miskin-miskin juga? Karena dia melakukan Risk Managment, dengan uang kecil dia bisa membeli uang besar.
    Ortu saya operasi lutut di Penang. Habis uang 40 Jutaan. Tetapi fully covered oleh Insurance.
    Menjadi lebih tenang atau tidak kalau kita seperti itu?
    Jadi dengan uang kecil kita mendapatkan leverage yang besar.
    Kalau kita pakai aset, katakanlah kita beli aset 1 Milyar, berapa uang yang kita keluarkan untuk membeli aset 1 Milyar?
    Ya 1 Milyar juga, bahkan lebih karena ada bunga cicilan.

    Tetapi kalau kita beli proteksi 1 Milyar, kita hanya mengeluarkan uang 200 Juta, dan bahkan bisa dicicil selama 10 tahun tanpa bunga!

    Pilih mana, punya aset 1 Milyar beli pakai 1 Milyar, atau punya aset 1 Milyar beli pakai 200 Juta ?

Screen Shot 2017-07-20 at 7.30.49 AM
Segitiga Finansial

Baca juga: Sandwich Generation

 
Jadi, setelah membaca tulisan ini, maukah kamu me-review tingkat kesehatan keuangan kamu? Melakukan Financial Check-up.
Jadi bukan kesehatan saja yang ada check-up-nya, financial-pun ada.
Kalau kita tidak melakukan Financial Check-up akan seperti teman saya, tagihan KTA dia bunganya 2,35% sebulan, setahun 35%, berhutang 600 Juta. Karena pada awal tertarik dengan bunga KTA yang dianggap rendah, setelah itu uang tsb bukan dipakai untuk investasi melainkan untuk dikonsumsikan. Mulailah terlilit hutang, dan mulai dari pinjaman 200 Juta, terus bertambah menjadi 400 Juta, kini 600 Juta. Pinjaman untuk membayar hutang, memperpanjang hutang. Kelihatannya cicilan kecil, tetapi sebenarnya semakin besar hutangnya.
Itulah gunanya belajar, supaya kita bisa financial check-up.
Pertama, ketahui dulu cash-flow pribadi kita.
Anggap income 10 Juta.
Pengeluaran yang ideal (expense) itu adalah tidak lebih dari 50% income.
Jadi, pengeluaran jangan lebih dari 5 Juta.
Inilah yang dilakukan oleh Generasi Makmur, inilah cara hidup yang disarankan.
Kalau pengeluaranmu lebih, atau bahkan kartu kreditmu dipakai sebagai pendapatan tambahan, kamu sudah di zona bahaya.
Saving adalah yang tingkat liquiditas tinggi, contoh ATM, emas, valas, USD. Ini adalah untuk Emergency Cash, kalau butuh dana cepat ambil dari sini. Alokasinya adalah 20% dari Total Income. Jadi, bagi kamu yang income-nya 10 Juta, wajib saving 2 juta.
Saving ini jangan terlalu banyak juga, karena ada yang namanya inflasi, setahun 10-20% di kota besar. Maksimum adalah 6 kali dari expenses kita. Jadi kalau income kamu 10 Juta, simpanlah 30-60 Juta saja, karena kalau terlalu banyak, uang itu tidak berputar, yang ada dimakan terus oleh inflasi, pencuri yang tidak terlihat.
Jadi, kita harus mulai berinvestasi dan mulai me-manage resiko.
Jadi, kalau income 10 Juta, dan kita sudah punya saving 60 Juta, sisa uang kita dikemanakan? Investasikan ke tempat yang lebih beresiko namun terukur.
Jangan ke forex yang menjanjikan profit sehari 20%, itu resikonya terlalu tinggi, bisa jadi  dalam 3 minggu 20 Juta kamu menjadi 80 Juta, tapi bisa jadi juga 3 hari kemudian minus 10 Juta. Yang seharusnya put malah call, sehingga emosional dan pasang terus dan malah habis-habisan.
Setelah investasi barulah spekulasi, tetapi kalau dilihat di gambar segitiga finansial, itu porsi paling kecil, jadi jangan mengalokasikan dana terlalu banyak di bagian tsb, mungkin 5% saja dari total aset.
Jadi, dengan income 10 Juta, uang 3 Juta-lah yang kita akumulasikan ke dalam investasi dan risk managment.
Income 10 Juta = Saving 2 Juta + Expenses 5 Juta + Risk Managment/Investment  3 Juta
FOKUS: RISK MANAGMENT

  1. Resiko pada harta
  2. Resiko pada pekerjaan/profesi
  3. Resiko pada kesehatan/kemampuan

Baca juga: Manajemen Resiko

Yang paling berbahaya itu pada yang mana?
Betul sekali, Resiko pada Kemampuan.
Harta dan Pekerjaan tetap masih bisa dicari selama masih ada Kemampuan.
Banyak sekali cerita tentang orang yang kehilangan kemampuan bekerjanya hingga kehilangan income dan harus menjual hartanya.
Pertanyaannya, kamu sudah punya managment resiko pada kemampuan atau belum?
Kalaupun sudah punya, besarannya apakah sudah sesuai?
Lakukan Financial Check-Up.
Ada satu teman saya yang punya income 60 Juta sebulan, saya tanya sudah punya Risk Managment berapa? Dia jawab 300ribu sebulan. Uang pertanggungan pendapatan 250 Juta. Yakin cukup?
Karena kalau sekedar ada saja, dan terjadi resiko, kita tidak siap.
Risk Managment terbagi 3 kategori:

  1. Resiko ringan
    Biaya kurang dari 5 Juta, sembuhnya maksimal 2 minggu, efek terhadap finansial kecil.
    Contohnya: flu, demam.Kebanyakan orang mau ambil proteksi rawat jalan, padahal resiko ringan ini apakah bisa membuat orang menjadi miskin? Tidak bisa.
  2. Resiko sedang
    Biaya 5-100 Juta, sembuhnya 2 minggu – 6 bulan, efek terhadap finansial sedang.
    Contohnya: batu ginjal, DBD, tipes, usus buntu, sinus, patah tulang.Yang ini lumayan berasa kalau terjadi.
    Tapi kabar baiknya, resiko ringan malah preminya mahal (1:3) bayar premi 1 Juta, benefit cuma 3 Juta.
    Tapi kalau resiko sedang itu bisa 1:75 sampai 1:100, bayar premi 1 Juta, manfaat yang diterima 75 Juta sampai 100 Juta.
    Jadi kalau andaikan preminya 1 Juta setahun, dan kita bayar 100 kali, kejadian 1 kali saja, maka sudah balik modal.
  3. Resiko berat
    Biaya diatas 100 Juta, sembuhnya diatas 6 bulan, efek terhadap finansial besar.
    Contohnya: jantung, stroke, kanker, dsb.Untuk kita yang masih muda, terkadang kita berpikir ini adalah urusan orang tua kita. Lalu kapan kamu mau belajar mengelola keuangan secara utuh? Tunggu ortu meninggal? Kamu yakin saat ortu meninggal ortu dalam keadaan kaya raya?
    Sebelum ortu terjadi resiko apapun itu, bangkrut ataupun meninggal, mulailah belajar lebih cepat, ketahuilah segala sesuatunya itu lebih awal.
    Karena pengetahuan dunia keuangan itu tidak akan habis dimakan waktu. Profesi apapun bisa bangkrut.
    Resiko berat ini ada tambahannya lagi, karena orang bisa berhenti kerja. Pada saat seseorang berhenti kerja, penghasilan seseorang itu bisa berhenti.
    Oh, saya sudah ada passive income.
    Selain passive income itu adalah deposito atau bisnis yang sudah franchise yang besar sekali, tidak ada passive income yang benar-benar 100%. Apalagi kalau bisnis itu tanpa interferensi kita tidak dapat berjalan lancar, itu bukan passive income.
    Resiko berat ini memiliki leverage of money 1:75 hingga 1:100
    Besaran minimumnya adalah untuk menggantikan income kita yang hilang dan untuk membayarkan pokok hutang yang ada.

 
Kalau kita tidak mengambil produk apapun, sebenarnya kita sudah mengasuransikan diri kita juga, tetapi mengasuransikannya ke program yang bernama TAPRI (Tabungan Pribadi)
Misalnya kita menabung di TAPRI 1 Juta perbulan dan kita punya saldo impian 1 Milyar.
Kita perlu waktu 37 tahun untuk mencapai saldo impian tsb, asumsi bunga 4% pertahun (bunga deposito setelah potong pajak)
Dan ditengah jalan bisa terjadi resiko.
Biaya RS 500 Juta, sekolah dan cicilan dan biaya lainnya 1 Milyar. Maka kalau kita berhenti kerja, biaya ini akan ambil saldo impian kita, habis.
Bedanya kalau kita simpan uang di TAPRO (Unit-Link) dan kita juga punya saldo impian 1 Milyar.
Rata-rata pendapatan di TAPRO ini adalah 13%, tercapai 21-31 tahun.
Diluar itu ada fasilitas proteksi sebesar 3 Milyar dan fasilitas proteksi ini akan cair apabila ada resiko.
Saldo tidak terpengaruh, tetap ada 1 Milyar.
Saham ditempat lain juga tidak hilang.
Rumah juga tidak hilang.
Semua terlindungi.
Kalau seperti ini, pilih TAPRI atau TAPRO (Unit-LInk) ?
Jadi, kita harus me-manage resiko dengan uang yang ada, sehingga sisanya dapat kita pakai untuk bersenang-senang atau investasi, perputaran, atau apapun itu.
TAPRO adalah produk dari perusahaan asuransi ternama, selalu top 1 atau top 2 peringkat dunia, yaitu Allianz, yang sudah tersebar di 80 negara di dunia, dengan kenaikan investasi selama 5 tahun terakhir 41,57%.
Mau melakukan Financial Check-Up ?
Hubungi konsultan keuangan yang kamu kenal, atau bisa juga menghubungi saya, Petrus Jakub 08567810321.
Terima kasih dan salam sejahtera selalu!


 
“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz

Sandwich Generations

Semangat pagi teman-teman,
Kali ini satuyangterpenting akan membahas mengenai suatu konsep yang bernama Sandwich Generations.
Sebenarnya apa itu konsep Sandwich Generations ?

Sandwich Generations adalah suatu keadaan dimana generasi sekarang, atau yang kita sebut Gen Y / Generasi Y (orang-orang yang kelahirannya dari tahun 1977 sampai 1995) itu mengalami suatu problematika yang cukup kritikal.
Namun, sebelum kita membahas mengenai Sandwich Generations, kita akan membahas mengenai SEGITIGA EKONOMI.
 
SEGITIGA EKONOMI
Dalam Triangle of Finance (Segitiga Ekonomi) ada yang namanya Skala Prioritas.

Yang pertama, dalam prioritas finansial / prioritas keuangan, yang paling pertama yang harus kita siapkan dalam prioritas keuangan itu adalah EMERGENCY CASH, atau kita sebut dengan TABUNGAN, dan yang kedua adalah RISK MANAGEMENT.
Jadi, didalam ekonomi kita, yang harus kita pikirkan pertama kali itu adalah TABUNGAN dan RISK MANAGEMENT.
Tabungan adalah sesuatu yang berhubungan dengan emergency cash. Contoh misalnya mobil masuk bengkel, harus mengeluarkan uang, atau misalnya ternyata kita harus membeli handphone baru karena yang lama rusak atau hilang. atau misalnya keluarga terdekat kita ada yang mau pinjam uang, dsb. Itu semua diambil dari posting Emergency Cash.
Idealnya Emergency Cash itu besarnya adalah 3 sampai 6 kali dari total expenses (biaya bulanan)
Kemudian, ada yang namanya RISK MANAGEMENT.
Risk Management ini contohnya adalah Insurance (Asuransi)
Kita perlu asuransi mobil, asuransi rumah, asuransi kesehatan, ataupun asuransi pendapatan kita.

Untuk apa?
Karena risk management ini adalah sebuah FONDASI dari finansial kita.
Pada saat kita sudah melangkah pada step selanjutnya namun kita belum menyiapkan fondasi ini, maka semuanya akan bisa menjadi sia-sia.
Step berikutnya adalah INVESTASI.

Banyak orang itu melakukan Investasi terlebih dahulu baru mereka memikirkan Risk Management atau atau mereka memikirkan Emergency Cash, itu sangat berbahaya sekali. Kenapa? Karena saat kita berinvestasi, seharusnya fondasi keuangan kita sudah kuat dibawah.
Kalau fondasi keuangan kita belum kuat dibawah, itu akan sangat berbahaya jika kita sudah masuk ke step atasnya, Investasi.
Contoh misalnya kita berinvestasi di Reksadana atau di Saham, ternyata pada saat orang tua kita dirawat di Rumah Sakit dan ternyata kita tidak menyiapkan Risk Management untuk orang tua kita, maka semua dana investasi kita bisa kita ambil dalam keadaan darurat, dimana kita sudah tidak peduli lagi berapa harga nilai investasi pada saat itu, namanya investasi itu bisa harganya lagi baik, bisa lagi buruk. Pada saat dana darurat itu tidak ada, maka semua dana investasi kita tsb kita ambil dengan paksa, pada saat lagi burukpun kita tidak peduli, kita jual rumah kita, kita jual reksadana kita, dan akhirnya kita membayarkan tagihan rumah sakitnya. Itu adalah suatu cara pengelolaan uang yang sangat buruk.
Karena itu, yang harus kita sediakan adalah Tabungan dan Risk Management, baru kita melakukan Investasi.
Di tahap berikutnya, setelah Investasi kita cukup matang dan mengalami pertumbuhan yang cukup baik, baru kita memikirkan yang namanya Spekulasi.

Spekulasi adalah suatu bentuk Investasi yang lebih beresiko.
Contoh spekulasi adalah kita bermain futures, atau option, itu adalah suatu portofolio investasi yang dalam sekejap kalau kita tidak mengerti cara bermainnya maka dalam sekejap uang kita akan hilang atau bahkan kita akan berhutang.
Atau contohnya kita berinvestasi di satu bisnis yang mungkin tidak kita kuasai dan akhirnya kita mengeluarkan dana untuk membayar orang yang dapat mengelola bisnis tersebut.
Yang satuyangterpenting akan bahas mengenai Sandiwich Generations adalah fondasi paling dasar, yaitu TABUNGAN dan MANAJEMEN RESIKO.
Namun sebelumnya, saya mau infokan bahwa hampir kebanyakan orang memiliki cara pikir yang terbalik dalam hal mengelola keuangan / Segitiga Finansial ini.
Kebanyakan orang membalik segitiga ini. Yang paling dasar mereka berspekulasi, baru berinvestasi, baru menabung dan risk management. Kalau seperti ini, akan mudah sekali terjatuh, karena ujung segitiga berada dibawah, dan ini seringkali terjadi pada banyak sekali orang.
Mereka berspekulasi dulu, mereka ikut Pandawa, MMM, atau investasi-investasi liar yang sekarang sudah ditutup dan bahkan pemiliknya sudah ditangkap atau sudah menghilang entah kemana.

 
 
SANDWICH GENERATIONS
Ada 3 Generasi, yaitu:

  • Generasi Baby Boomers (orang-orang kelahiran tahun 1945-1964), berusia 50-75 tahun
    Disebut Baby Boomers karena pada generasi ini banyak sekali anak yang dilahirkan.
  • Generasi Y (orang-orang kelahiran tahun 1977-1995) berusia 20-40 tahun
    Inilah generasi yang terkena efek dari sandwich generations
  • Generasi Alpha / Generasi Z (kelahiran tahun 1995-sekarang)

Pada saat Generasi Baby Boomers berusia 25 tahun mereka menikah (orang tua kita menikah) dan melahirkan Generasi Y (kita)
Dan pada saat Generasi Y berusia 25 tahun menikah, Generasi Baby Boomers berusia 50 tahun, dimana produktivitas kerja sudah menurun dan sudah akan memasuki usia pensiun.
Dan Generasi Y juga akan memiliki anak, yaitu Generasi Z (alpha)
Dan nantinya pada saat Generasi Z berusia 25 tahun, maka Generasi Y akan berusia 50 tahun, dan Generasi Baby Boomers berada diusia 75 tahun.
Yang terjadi adalah, mereka yang berada di Generasi Baby Boomers kurang dibekali dengan edukasi finansial yang berhubungan dengan manajemen resiko, emergency cash, dsb, jadi hanya sedikit orang di generasi tsb yang menyiapkan itu di usia tuanya.
Jadi, pada saat Generasi Baby Boomers berusia 50-75 tahun, saat resiko hidup meningkat (dipicu oleh usia, pola makan, pola hidup, dsb) dapat terkena kanker, bahkan tidak tertutup bagi mereka yang hidup sehat sekalipun, tidak merokok, tidak makan aneh-aneh, berolahraga, tetap tidak bisa diprediksi.
Pada saat Generasi Baby Boomers mengalami resiko, karena mereka tidak menyiapkan apa-apa, maka resikonya akan ditransfer kepada keluarga/orang terdekatnya, yaitu anaknya, Generasi Y.
Maka, Generasi Y akan mendapatkan tekanan dari orangtuanya.
Itu yang pertama.
Yang kedua, Generasi Y pada range usia 25-50 tahun sudah menikah, sudah memiliki istri dan tanggungan bahkan kemungkinan besar sudah memiliki anak. Anak-anaknya, jika terjadi resiko, siapa yang menanggung? Yang menanggung juga ayah ibunya, yaitu Generasi Y juga.
Maka Generasi Y ditekan dari atas, dan ditekan dari bawah.
Bahkan pada saat Generasi Y terkena resiko, siapa yang menanggung? Yang menanggung adalah Generasi Y itu sendiri.
Jadi, Generasi Y mendapat tekan dari atas, tekanan dari bawah, dan tekanan dari diri sendiri.
Inilah yang disebut dengan Sandwich Generations.

 
Pada saat dari atas memerlukan renovasi rumah, yang keluar uang adalah Generasi Y.
Mobil harus masuk bengkel, yang keluar uang adalah Generasi Y.
Ayah ibu masuk rumah sakit, yang keluar uang adalah Generasi Y.
Anaknya di sekolah terjadi resiko, yang keluar uang adalah Generasi Y.
Semua ditanggung oleh Generasi Y.
Oleh karena itu, Generasi Y pada saat ini harus berpikir kritis.
Orang-orang kelahiran tahun 1977-1995, kita harus berpikir lebih kritis.
Kita harus melihat bahwa kita harus menanggung resiko atas dan resiko bawah.
Untuk itu kita harus menyiapkan Insurance 3 generasi, kita tidak hanya harus menyiapkan Insurance untuk diri kita sendiri. Karena kalau kita tanggung dengan uang kita sendiri ( 1 banding 1 ), let say adalah total resiko 1M, maka kita harus memiliki dana cash 1M untuk menanggung resiko tsb.
Tetapi dengan Insurance, kita hanya butuh dana let say 200 Juta untuk menanggung 1 M dan bahkan 200 Juta itu bisa kita cicil selama 10 tahun tanpa bunga, ini adalah satu konsep dimana kita bisa mendapatkan leverage of money untuk me-manage resiko. Jadi kita harus berpikir pintar.
Pada saat kita bicara mengenai segitiga finansial, yang pertama dan mendasar yang harus kita benar-benar kuat adalah dari sisi tabungan (dana darurat) dan risk management (insurance). Dua itu sudah kuat baru kita berinvestasi.
Karena kalau dua itu kita tidak kuat, maka kita akan ditekan dari atas, ditekan dari bawah, maka kita (Generasi Y) akan hancur, lenyap, musnah dari bumi.
Begitu penjelasan mengenai Sandwich Generation dan Risk Management.
Untuk keterangan lebih lanjut, anda dapat menghubungi saya, Petrus Jakub 08567810321.
Terima kasih.


“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz

Bisnis Tanpa Modal, Income Naik Terus

Semangat pagi teman-teman!
 
Wah, judulnya saja sudah seru ya…
Kalau bicara mengenai income, pasti menarik.
Kalau teman-teman sendiri bagaimana, mana yang kalian pilih:

  • Income yang naiknya setahun sekali, atau
  • Income yang naiknya setiap bulan

Yup, sama, saya juga pilih yang incomenya naik setiap bulan.
Bukan karena serakah, tetapi memang sifat dasar manusia terlahir egois. Pasti kita semua mau mencari sesuatu yang lebih menguntungkan bagi diri sendiri. Wajar itu.
Nah, bicara tentang bisnis, saya mau cerita sedikit pengalaman teman.
Kakak dari teman saya adalah seorang pebisnis, dia memiliki hotel yang sudah running well, yaitu hotel dengan 100 kamar.
Tanpa perlu berjerih payah, 100 kamar hotel tersebut menghasilkan uang baginya setiap bulan.
Teman saya bertanya kepada kakaknya. Kak, kalau 100 kamar itu ditambah menjadi katakanlah 1.000 kamar, pastinya jadi lebih besar ya bisnis kakak dan pastinya uang yang dihasilkan lebih banyak ya?
Iya, betul, sudah pasti 1.000 kamar lebih menguntungkan. TAPI, sang adik melanjutkan, TAPI, memangkan kamu kira untuk menambah jadi 1.000 kamar tidak memerlukan modal yang besar ?
Si adik, menjawab, Kak, kalau ada bisnis yang tanpa modal bisa mengubah dari 100 kamar menjadi 1.000 kamar, bahkan menjadi 10.000 kamar, apakah kakak tertarik untuk mendengarkan?
Nah, pertanyaan yang sama untuk teman-teman, kalau ada bisnis yang seperti itu, apakah teman-teman tertarik untuk mendengarkan?
Bisnis apa itu, pastinya kalian bertanya dalam hati.
Jawabannya adalah bisnis Allianz.
image.jpg
 
Bisnis yang bisa memberikan income seperti ini, penghasilan 200 juta per bulan.
Tertarik untuk mendengarkan lebih lanjut mengenai bisnis ini?
Yuk kita ngopi-ngopi dan ngobrol lebih lanjut…
Hubungi saya Petrus Jakub 08567810321


Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz
 

Kehidupan Yang Terbalik [Video]

Saya pikir banyak orang yang kehidupannya terbalik.
Mengapa saya katakan seperti itu?
Orang modern berpikir:

  • Menghabiskan 2 Milyar untuk membeli rumah,
  • Menghabiskan 500 Juta untuk membeli mobil,
  • Menghabiskan 25 Juta untuk membeli tas,
  • Menghabiskan 10 Juta untuk membeli ponsel, dan
  • Menghabiskan 5 Juta untuk membeli pakaian.

Semua itu biasa.
Tetapi untuk menghabiskan 2-3 Juta untuk kesehatan mereka sendiri bisa jadi mereka menggelengkan kepala, karena merasa itu terlalu mahal dan mereka tidak ada uang.

  • Anda akan menghabiskan banyak uang untuk membuat rumah Anda nyaman,
  • Anda perlu biaya pemeliharaan agar mobil Anda aman, dan
  • Anda harus menggunakan pelindung ponsel agar tidak pecah saat ponsel Anda terjatuh,
  • Taspun perlu kelembaban.

Hanya tubuh tidak satupun yang peduli.
Apakah nilai kesehatan kita tidak sebaik rumah, mobil, ponsel, dan tas itu ?
Tanpa tubuh yang sehat dimanakah nilai “Uang” ?

  • Sepotong pakaian dengan harga 5 Juta masih dapat dibuktikan dengan kuitansi,
  • Mobil dengan harga 5 Juta dibuktikan dengan invoice, dan
  • Sebuah rumah dengan harga 2 Milyar dapat dibuktikan dengan sertifikat.

Namun,berapakah harga seorang manusia? Hanya dapat dibuktikan dengan kesehatan.
Jadi, jangan pernah pedulikan berapa uang yang dihabiskan untuk kesehatan, karena kesehatan adalah jaminan Anda. Harus ingat, pilihannya ada di Anda.
Karena kesehatan bukanlah Warisan, kesehatan adalah Harta.
Tempat tidur apa yang paling mahal di dunia? Tempat tidur Rumah Sakit.
Kali ini, seseorang dapat mengendarai mobil Anda, seseorang untuk mencari uang. Tapi pasti, tidak ada seorangpun yang ingin menggantikan sakit Anda.
Anda dapat menemukan kembali barang Anda yang hilang. Akan tetapi, ada satu hal yang hilang dan tidak akan pernah kembali, yaitu nyawa.
Jadi, jagalah kesehatan untuk kehidupan Anda di masa depan.
Semoga Anda sejahtera ekonomi dan kesehatan.

 
Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz

Manajemen Resiko

Selamat pagi Wealthy People!
Hari ini kita akan membahas tentang manajemen resiko.
Mengapa di dalam aturan keuangan perlu melakukan manajemen resiko?
Karena resiko dapat menyebabkan kebocoran di wadah keuangan kita. Kebocoran keuangan yang besar dapat menyebabkan kemiskinan bahkan kebangkrutan finansial.
Maka resiko harus kita manage supaya tidak terjadi kebocoran atau kebocorannya menjadi kecil.
Pada saat kita membicarakan manajemen resiko, kita akan membahas tentang asuransi.
risk
Ada 3 macam resiko yang bisa berpengaruh terhadap keuangan dan aset kita, yaitu :
1. Resiko yang terjadi pada Harta
2. Resiko yang terjadi pada Pekerjaan/Profesi/Bisnis kita
3. Resiko yang terjadi pada Kemampuan kita
1. Resiko pada harta
Resiko yang menyerang aset dan barang kita. Contohnya adalah mobil rusak, HP hilang, kacamata patah.
Resiko seperti ini bisa menyebabkan bocornya keuangan, misalnya mobil kita tabrakan dan hancur, lalu biaya service nya mencapai 100 juta. Maka biaya service ini bisa mengganggu finansial kita. Karena dari itu kita perlu asuransi mobil, asuransi mobil adalah salah satu cara untuk memanage resiko harta.
Namun resiko harta bukan yang paling kritikal.
2. Resiko pekerjaan/profesi/bisnis
Contohnya adalah perampingan, PHK, penjualan turun, perlambatan ekonomi, resesi dan lain-lain.
Hal ini dapat mengurangi atau bahkan menghentikan pemasukan, sehingga bisa menghentikan aliran dana keuangan pribadi. Selain itu, resiko profesi dapat mengganggu pembayaran kewajiban, seperti operasional pribadi dan hutang pribadi.
Namun resiko profesi bukan resiko yang paling kritikal.
3. Resiko pada kemampuan
Contohnya adalah sakit, kecelakaan, meninggal atau sudah terlalu tua. Hal ini dapat menyebabkan seseorang berhenti berkegiatan. Pada saat kegiatan berhenti, maka profesi pun ikut berhenti dan income stop. Apabila profesi berhenti dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan harta dan aset yang dimiliki mulai dijual semua.
Resiko pada kemampuan adalah resiko yang paling kritikal dan merupakan pondasi dalam strata manajemen resiko.
Demikian informasi yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat. Apabila Anda ingin melakukan manajemen resiko pada kemampuan, asuransikanlah diri Anda, kesehatan Anda, dan masa tua Anda.
Untuk keterangan lebih lanjut, anda dapat menghubungi saya, Petrus Jakub 08567810321.
Terima kasih.
“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz
 

The Wealthy Generations

Semangat pagi guys!
Saya Petrus Jakub dari Group Busster.
Topik hari ini adalah Money Conspiracy, yaitu bahwa uang yang dipegang oleh setiap orang didunia itu jumlahnya berbeda-beda, sedikit orang memegang banyak uang, dan banyak orang memegang sedikit uang.
Screen Shot 2017-07-13 at 9.00.02 AM
Bahkan sudah pernah dilakukan penelitian sejak beberapa tahun silam, bahwa 95% orang memegang 5% uang yang berputar, dan juga dibahas dalam beberapa buku, salah satunya adalah buku “Passion, Profit, and Power” oleh Marshall Sylver.
51d2pyqsobl-_ac_ul320_sr260320_
Jadi, kalau kita jabarkan, orang itu terbagi menjadi 3 populasi:

  • 4% populasi
  • 32% populasi
  • 64% populasi

Di dalam Wikipedia tertulis jumlah populasi penduduk dunia mencapai 7 Milyar orang.
Menurut data FORBES, 64% populasi orang memiliki penghasilan rata-rata dibawah 25 Juta setiap bulan dan total aset dibawah 1 Milyar.
Jadi kalau misalnya kita mau mengetahui kita berada di populasi yang mana, kita check income kita dan aset kita, apakah income kita dibawah 25 Juta perbulan dan apakah aset kita dibawah 1 Milyar.
Kebanyakan, orang-orang yang berada di populasi bawah (populasi 64%) adalah orang-orang yang paling sering mendapatkan tekanan dan target-target, karena mereka biasanya orang-orang yang berada di lapisan bawah, yaitu kebanyakan karyawan ataupun pebisnis yang baru mulai.
Pada saat kita bicara tentang populasi 32%, pendapatan rata-ratanya adalah 25 Juta sampai 750 Juta setiap bulan, dan total asetnya adalah 1 sampai 100 Milyar.
Kalau kalian berada di kategori itu, artinya kalian termasuk populasi 32%.
Dan sisanya adalah orang yang menguasai perputaran uang di dunia, sebut saja Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan banyak orang kaya lainnya, yaitu mereka yang memiliki pendapatan diatas 750 Juta setiap bulan dan total asetnya diatas 100 Milyar.
Apa gunanya saya menjelaskan tentang Money Conspiracy ?
Kita tidak bisa mengubah pola ini, karena hukum pareto ini sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu.
Yang bisa kita lakukan adalah kita bisa memilih kita mau menjadi bagian populasi yang mana.
Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah ataupun orang-orang yang berada diatas sana mengapa tidak terjadi pemerataan, karena pola ini sudah terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu.
Kalian mau menjadi yang mana?
Kalau saya, saya mau menjadi yang 4%.
Orang-orang di populasi 4% itu lebih punya banyak pilihan.
Orang di populasi 64%, yang mayoritas bekerja di kantoran, pada saat bangun pagi biasanya tidak memiliki banyak pilihan, mereka harus datang ke kantor, harus absen, pulang absen supaya bisa mendapatkan paycheck (gaji perbulannya). Pilihan mereka lebih sedikit.
Kalau orang di populasi 4% biasanya mereka sudah punya perusahaan, sudah punya gedung yang disewakan dan memiliki passive income yang begitu banyak, jadi pada saat mereka bangun tidur mereka memiliki begitu banyak pilihan, mungkin dia pingin ajak anaknya ke sekolah, pingin ajak anaknya ke Australia, ke Amerika, atau bahkan mungkin mereka punya pilihan untuk makan di restoran-restoran yang ok, jalan-jalan atau keliling dunia selama 1 tahun, karena walaupun mereka tidak bekerja mereka tetap punya income diatas 750 Juta setiap bulan.
Kalau saya pribadi saya memilih yang 4% karena saya memiliki lebih banyak pilihan dan saya punya lebih banyak waktu untuk keluarga saya.
Kalau kalian ingin menjadi yang 4% maka yang harus dilakukan adalah yang pertama, kita harus tahu apa yang dilakukan oleh orang-orang 4%.
Pada dasarnya adalah satu konsep, pada saat kita mau menjadi seorang arsitek, maka kita belajar dari seorang arsitek, pada saat kita mau menjadi dokter kita belajar dari seorang dokter, pada saat kita mau menjadi orang kaya kita belajar dari orang-orang kaya.
Yang perlu kita lakukan hanyalah “meniru” atau dengan kata lain belajar.
Apa yang dilakukan oleh orang 4% tersebut adalah:

  1. Memiliki bisnis sendiri
    Pada saat mereka memiliki bisnis sendiri, mereka berusaha mengembangkan bisnis tsb. Dalam hal ini yang dimaksud dengan bisnis adalah bisnis yang bersistem, bukan sekedar bisnis buka warung pinggir jalan tanpa sistem yang harus dijaga setiap hari. Tetapi bisnis yang memiliki sistem, pada saat mereka tidak ada disanapun uang akan mengalir terus masuk ke rekening mereka.
    Contoh, misalnya kita memiliki suatu perusahaan perbankan, pada saat kita tidak hadirpun, setiap deposan membayar biaya administrasi, katakan 15rb per bulan, maka kalau saya memiliki 100 Juta nasabah, saya akan memiliki income 1,5T setiap bulan, padahal saya tidak perlu berada di bank saya. Sistem sudah berjalan.
    4% orang yang berada dipopulasi atas rata-rata adalah salesmade, yaitu orang yang dilahirkan miskin atau menengah ke bawah, namun sebelum mereka meninggal mereka kaya raya, jadi kaya hanya kurang dari 1 generasi, karena ada beberapa orang yang kaya dari hasil kakek atau orang tuanya.
  2. Setiap bulan mereka berusaha menaikkan income mereka
    Mereka melakukan targetting. Kebanyakan dari kita sudah didoktrin sejak kita kecil bahkan sejak kita sekolah bahwa kenaikan income itu annualy (setiap tahun). Tapi menurut saya, itu bukan suatu hukum yang mutlak, kita bisa meningkatkan income kita setiap bulan, bahkan setiap minggu kalau kita mau. Kalau kita tidak bisa meningkatkan income kita setiap bulan, lupakan untuk menjadi orang kaya.
  3. Mulai melakukan akumulasi aset
    Kita harus mulai mengumpulkan. Kalau setiap memiliki uang kita hanya jalan-jalan, membeli handphone, tas, baju, yang mana kebanyakan barang-barang tsb nilainya mengalami penurunan maka aset kita tidak terakumulasi, sehingga apapun yang kita kerjakan, semua akan balik ke nol. Setiap uang kita harus kita sisihkan ke dalam deposito, reksadana, saham, unit-link, ataupun dalam bentuk bisnis dan lain sebagainya. Supaya ada akumulasi aset atau pertumbuhan total aset kita.
  4. Risk Management (Manajemen Resiko)
    Hal ini juga penting. Karena belajar dari kejadian pribadi, beberapa tahun lalu ayah saya mengalami sakit sehingga harus masuk ICU dan biayanya cukup mahal, dalam waktu 5 hari menghabiskan biaya 30-40 Juta, pada saat itu saya sudah membelikan ayah saya asuransi tetapi proteksinya masih dalam masa tunggu, sehingga saat ini terjadi tidak bisa klaim. Saya harus membayar dengan uang saya. Saya bersyukur kejadiannya hanya 5 hari, jadi biaya hanya 30-40 Juta, bayangkan jika kejadiannya 1 bulan, maka biayanya 120-160 Juta, itu adalah jumlah yang cukup besar, bagaimana jika kejadiannya 3 bulan?
    Jadi kita perlu memikirkan mengenai risk management.
    Ibu saya bulan kemarin operasi di Penang, biaya hampir sama dengan ayah saya, tapi kabar baiknya ibu saya sudah terproteksi oleh insurance, jadi total biaya di Penang sudah dibayar full oleh perusahaan insurance.
    Produk yang saya ambil leveragenya adalah 1 berbanding 75, jadi kalau saya bayar premi setahunnya 1 juta, saya mendapatkan plafon 75 Juta setahun. Jadi saya mendapatkan leverage of money, itulah gunanya kita membeli insurance, untuk mendapatkan leverage of money, dengan uang yang kecil kita bisa mendapatkan manfaat yang besar, dan itu melindungi harta / aset saya yang lain, karena kalau misalnya saya harus bayar 30 Juta, maka uang itu harus saya kumpulkan 6 bulan dan harus dihabiskan hanya dalam waktu 5 hari. Kalau kehidupan saya seperti itu terus, maka kapan saya kaya?

 
Pada saat saya melakukan analisa, maka 4 hal ini adalah hal-hal yang mutlak dilakukan oleh orang 4%.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai penjelasan ini, kalian bisa datang ke seminar “The Wealthy Generations”
IMG_0530
Untuk menghadiri seminar ini, silakan hubungi saya Petrus Jakub 08567810321
Terima kasih.
 

Promo Allianz Smart Point

IMG_0545
Pagi teman-teman,
 
Allianz mengadakan promo menarik bagi nasabah Tapro existing yang belum memiliki asuransi kesehatan murni (Maxi Violet, Allisya Care, atau Smartmed Premier)
Periode promo : 10 Juli sampai 29 September 2017
Bagi Nasabah Tapro yang sudah mengaktifkan Allianz Smart Point akan diberikan reward sbb:

  • Pembelian Smarthealth Maxi Violet atau Allisya Care, mendapatkan 250 Point Allianz Smart Point
  • Pembelian Smartmed Premier, mendapatkan 500 Point Allianz Smart Point

 
Selain itu, ada penawaran menarik lainnya, yaitu:

  • No Claim Bonus, yaitu diskon 20% dari Premi jika tidak terjadi klaim
  • Diskon Premi 5% untuk 1 Polis Tertanggung tambahan keluarga
  • Diskon 10% untuk pembelian:

 
Bagi teman-teman yang belum tahu apaitu Allianz Smart Point, buka LINK INI.
Butuh informasi lebih lengkap?
Jangan ragu untuk menghubungi saya, Petrus Jakub 08567810321
Terima kasih!
“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz
 

Testimonial Ibunda Julia Perez

Ibunda Julia Perez, Sri Wulansih, lewat video singkat ini menceritakan bagaimana Jupe memilih untuk berasuransi, karena merasa asuransi itu sangat penting dan sangat berguna.

image
Sri Wulansih menerima klaim pertanggungan meninggal dunia anaknya, Julia Perez.

 
Klaim yang pertama sangat sangat sangat berguna sekali, yaitu untuk pengobatan sakit kritis Jupe.
Klaim kedua adalah klaim meninggal dunia. Keluarga telah menerima semua uang pertanggungan.
Ibunda Jupe menuturkan bahwa sangat sangat berguna sekali memiliki Asuransi Allianz. Berguna untuk diri sendiri, keluarga, kesehatan, dan berguna untuk masa depan kita.
Jupe dan keluarga telah membuktikan klaim sangat mudah, hanya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja, uang pertanggungan sudah langsung diterima.
Ibunda Jupe menganjurkan bagi semua yang belum punya Asuransi Allianz untuk segera memiliki Asuransi Allianz.
 
Sudah cukupkah proteksi Anda ?
Untuk memiliki Asuransi Allianz, silakan langsung hubungi saya Petrus Jakub 08567810321
Terima kasih.
“Untuk masa depan keluarga Indonesia yang lebih baik”
Tertarik Memiliki Asuransi? Isi Form Proposal Asuransi di SINI
Tertarik Menjalankan Bisnis Asuransi? Isi Form Pendaftaran Agen di SINI
dan Pilih Hari/Tempat/Jam Untuk Janji Temu (Khusus Jabodetabek ), untuk Luar Jabodetabek kita bisa Komunikasi Secara Online kok. Jadi Tenang, Dunia sudah berubah dan makin berkembang, tidak ada lagi batasan bagi kita, semua bisa dilakukan melalui internet.
Satu yang terpenting, Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
Salam hangat,
Petrus Jakub
Allianz Life Changer
SMS/WA: 08567810321
petrusjakub.asn@gmail.com
ASNOnePage Petrus Jakub Allianz

error: Content is protected !!